<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ikhwansmansa's Blog</title>
	<atom:link href="http://ikhwansmansa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 15:25:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ikhwansmansa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ikhwansmansa's Blog</title>
		<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ikhwansmansa.wordpress.com/osd.xml" title="Ikhwansmansa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ikhwansmansa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Alhamdulillah www.majalahizzuddin.com telah online&#8230;</title>
		<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2010/03/13/alhamdulillah-www-majalahizzuddin-com-telah-online/</link>
		<comments>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2010/03/13/alhamdulillah-www-majalahizzuddin-com-telah-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 15:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansmansa.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[silahkan buat semua shohibuddin mengunjungi blog majalah &#8216;izzuddin yang baru ya&#8230; alamatnya : www.majalahizzuddin.com semoga dengan adanya blog baru akan menambah wawasan ilmu kita&#8230; barakllaufik..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=8&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>silahkan buat semua shohibuddin mengunjungi blog majalah &#8216;izzuddin yang baru ya&#8230;<br />
alamatnya :</p>
<p><a href="http://majalahizzuddin.com"><strong></p>
<blockquote><p>www.majalahizzuddin.com</p></blockquote>
<p></strong><br />
</a><br />
semoga dengan adanya blog baru akan menambah wawasan ilmu kita&#8230;<br />
barakllaufik..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansmansa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansmansa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=8&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2010/03/13/alhamdulillah-www-majalahizzuddin-com-telah-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee3ad94103681edbf05305eba2c87422?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dia&#8230; Di Atas Langit</title>
		<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/dia-di-atas-langit/</link>
		<comments>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/dia-di-atas-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 18:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansmansa.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Amat mengherankan perkaranya ketika dimunculkan satu pertanyaan i&#8217;tiqodiyah, &#8220;Di mana Allah?&#8221;, kita mendapatkan jawaban yang bermacam-macam dan berbeda-beda dari mulut-mulut kaum muslimin. Ada yang beranggapan bahwa tidak boleh mempertanyakan di mana Allah, tetapi tak sedikit pula yang menjawab, &#8220;Allah ada di mana-mana&#8221;, lebih ironisnya ada yang mengatakan, &#8220;Allah tidak di atas, tidak juga di bawah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=6&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amat mengherankan perkaranya ketika dimunculkan satu pertanyaan i&#8217;tiqodiyah, &#8220;Di mana Allah?&#8221;, kita mendapatkan jawaban yang bermacam-macam dan berbeda-beda dari mulut-mulut kaum muslimin. Ada yang beranggapan bahwa tidak boleh mempertanyakan di mana Allah, tetapi tak sedikit pula yang menjawab, &#8220;Allah ada di mana-mana&#8221;, lebih ironisnya ada yang mengatakan, &#8220;Allah tidak di atas, tidak juga di bawah, tidak di sebelah kanan tidak pula di sebelah kiri, tidak di barat tidak di timur, tidak di selatan tidak juga di utara.&#8221;<br />
Temen-temen, sungguh sangat memprihatinkan bila seorang muslim atau banyak muslim tidak mengetahui masalah pokok dalam agamanya ini, tapi apa hendak dikata bila memang realita yang ada menunjukkan demikian, satu fenomena yang cukup mu`sif (menyedihkan) menimpa ummat ini yang dilatarbelakangi dengan jauhnya dari<span id="more-6"></span> pendidikan ilmu agama yang benar, sementara Allah telah berfirman, &#8220;Allah menganugrahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur`an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.&#8221; (QS Al Baqoroh: 269). &#8220;Katakanlah: &#8216;Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?&#8217; Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.&#8221; (QS Az Zumar: 9).<br />
Bagaimana tidak dikatakan hal yang pokok dalam agama, pengetahuan tentang &#8220;di mana Allah?&#8221; tatkala ternyata Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menjadikannya sebagai dalil akan kebenaran iman seseorang. Di dalam Shohih Muslim, dan Sunan Abi Daud, Sunan An Nasa`i, dan lainnya dari sahabat Mu&#8217;awiyah bin Hakam as Sulami, ia berkata: Aku punya seorang budak yang biasa menggembalakan kambingku ke arah Uhud dan sekitarnya, pada suatu hari aku mengontrolnya, tiba-tiba seekor serigala telah memangsa salah satu darinya -sedang aku ini seorang laki-laki keturunan Adam yang juga sama merasakan kesedihan- maka akupun amat menyayangkannya hingga kemudian akupun menamparnya (menampar budaknya, pent.), lalu aku mendatangi Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan kuceritakan kejadian itu padanya. Beliau membesarkan hal itu padaku, aku pun bertanya, &#8220;Wahai Rosulullah apakah aku harus memerdekakannya?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Panggil dia kemari!&#8221; Aku segera memanggilnya, lalu beliau bertanya padanya, &#8220;Di mana Allah?&#8221; Dia menjawab, &#8220;Di langit.&#8221; &#8220;Siapa aku?&#8221; tanya Rosul. &#8220;Engkau Rosulullah (utusan Allah)&#8221; ujarnya. Kemudian Rosulullah berkata padaku, &#8220;Merdekakan dia, sesungguhnya dia seorang mu`min.&#8221;<br />
Di dalam hadits ini terkandung tiga pelajaran yang sangat signifikan. Pertama: Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menetapkan keimanan sang budak ketika ia mengetahui bahwa Allah di atas langit. Kedua: Disyari&#8217;atkannya ucapan seorang muslim yang bertanya &#8220;Di mana Allah?&#8221;. Ketiga: Disyari&#8217;atkannya bagi orang yang ditanya hal itu agar menjawab, &#8220;Di atas langit.&#8221; Sulaiman at Taimi, salah seorang tabi&#8217;in mengatakan, &#8220;Bila aku ditanya di mana Allah? Aku pasti akan menjawab di atas langit.&#8221;<br />
Para pembaca, apa jadinya jika ternyata sebagian kaum yang taunya sebatas &#8220;air barokah&#8221; dan orang-orang yang spesialisasinya hanya itu kemudian apriori untuk menolak bahkan lebih dari itu mengkafirkan orang yang mempertanyakan &#8220;Di mana Allah?&#8221; Ketahuilah bahwa siapa saja yang mengingkari permasalahan ini berarti ia telah mengingkari Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, wal &#8216;iyadzubillah bila kemudian mengkafirkannya. Jawaban seorang budak dalam hadits di atas sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, &#8220;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu&#8230; Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu.&#8221; (QS Al Mulk: 16-17). Tidaklah mengherankan bila kemudian penetapan bahwa Dzat Allah di atas langit menjadi keyakinan para imam yang empat, imam Abu Hanifah -seorang alim dari negeri Iraq- berkata, &#8220;Barangsiapa yang mengingkari Allah &#8216;azza wa jalla di langit maka ia telah kufur!&#8221; Imam Malik -imam Darul Hijroh- mengatakan, &#8220;Allah di atas langit, sedang ilmuNya (pengetahuanNya) di setiap tempat, tidak akan luput sesuatu darinya.&#8221; Muhammad bin Idris yang lebih dikenal dengan sebutan Imam asy Syafi&#8217;i berkata, &#8220;Berbicara tentang sunnah yang menjadi peganganku dan para ahli hadits yang saya lihat dan ambil ilmunya seperti Sufyan, Malik, dan selain keduanya, adalah berikrar bahwa tidak ada ilah (yang berhak untuk diibadahi secara benar) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah itu di atas &#8216;arsy di langit&#8230;&#8221; Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal, &#8220;Apakah Allah di atas langit yang ke tujuh di atas &#8216;arsyNya jauh dari makhlukNya, sedangkan kekuasaanNya dan pengetahuanNya di setiap tempat?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Ya, Dia di atas &#8216;arsyNya tidak akan luput sesuatupun darinya.&#8221; (Lihat kitab Al &#8216;Uluw, Imam adz Dzahabi).<br />
Aqidah yang agung ini telah tertanam dalam dada-dada kaum muslimin periode pertama, para salafus sholih ahlussunnah wal jama&#8217;ah. Berkata Imam Qutaibah bin Sa&#8217;id -wafat pada tahun 240 H-, &#8220;Ini adalah pendapat / ucapan para imam-imam Islam, sunnah, dan jama&#8217;ah, bahwa kita mengenal Rabb kita di atas langit yang ke tujuh di atas &#8216;arsyNya.&#8221; Sehingga semakin jelaslah bahwa Allah di atas langit sebagai ijma ahlissunnah wal jama&#8217;ah yang berlandaskan Kitab, Sunnah, akal, dan fitrah. Allah berfirman, &#8220;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi.&#8221; (QS As Sajdah: 5). &#8220;KepadaNyalah naik perkataan yang baik dan amal sholeh yang dinaikkanNya.&#8221; (QS Fathir: 10). &#8220;Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhannya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.&#8221; (QS Al Ma&#8217;arij: 4). &#8220;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit&#8230;&#8221; (QS Al Mulk: 16-17). &#8220;Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi.&#8221; (QS Al A&#8217;laa: 1). Dan ayat-ayat lainnya teramat banyak untuk disebutkan sampai-sampai sebagian besar kalangan Syafi&#8217;i mengatakan, &#8220;Di dalam Al Qur`an terdapat seribu dalil atau bahkan lebih menunjukkan bahwa Allah ta&#8217;ala tinggi di atas makhlukNya.&#8221; (Majmu&#8217;ul Fatawa: 5/226). Di dalam Shohih Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Bakroh radhiyallahu &#8216;anhu bahwa ketika Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan manusia pada hari Arafah, beliau berkata, &#8220;Ya Allah, saksikanlah&#8221; (seraya mengangkat jari telunjuknya ke arah langit). Semua orang yang berakal akan menetapkan bahwa ketinggian adalah sifat sempurna sedangkan kebalikannya adalah sifat kekurangan, sementara Allah &#8216;azza wa jalla tersucikan dari hal-hal yang bersifat kekurangan, ini semua menunjukkan bahwa Dzat Allah di atas langit adalah suatu kesempurnaan bagiNya. Demikian pula secara fitroh, semua kaum muslimin di belahan dunia apabila berdo&#8217;a mengangkat kedua tangannya ke langit, tak didapatkan seorang pun dari mereka apabila mengatakan, &#8220;Ya Allah, ampunilah dosaku&#8221; mengarahkan kedua tangannya ke tanah -selama-lamanya!!- menunjukkan secara fitrah, semua manusia menetapkan bahwa Dzat Allah di atas langit.<br />
Para pembaca, perjalanan waktu yang cukup lama aqidah Islam ini tak lagi dikenal dan diketahui mayoritas umat Islam, seakan-akan sirna dari sumbernya, malah sebaliknya faham-faham Jahmiyah, Asy&#8217;ariyah, Mu&#8217;tazilah, dan ahli kalam yang merajalela bak wabah penyakit yang menular. Kalangan anak-anak, remaja, dan para orang tua, bahkan sang ustadz atau kyai dan guru ngaji bila ditanya, &#8220;Di mana Allah?&#8221; serempak menjawab, &#8220;Allah ada di mana-mana.&#8221; Inna lillahi wa inna ilaihi roji&#8217;un. Sebagian yang dinisbatkan kepada ilmu berdalil atas pernyataannya itu dengan firman Allah, &#8220;Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.&#8221; (QS Al Hadid: 4). Memang menjadi ciri khas ahli bathil adalah &#8220;seenaknya mengambil dalil tetapi buruk ketika berdalil&#8221;. Ketahuilah bahwa ayat itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa Allah ada di mana-mana, sebab bila difahami demikian, maka tentu ketika seseorang berada di masjid Allah ada di situ, ketika di pasar Allah juga ada di situ, bahkan tatkala seseorang berada di tempat kotor sekalipun, seperti WC, maka Allah pun ada di situ! Maha tinggi Allah atas pernyataan-pernyataan ini. Tetapi maksud dari ayat itu &#8220;Dia bersama kamu&#8230;&#8221; ialah ilmuNya, pengawasanNya, penjagaanNya bersama kamu, sedang Dzat Allah di atas arsy di langit. (Lihat Tafsir Qur`anil Azhim: 4/317). Imam Sufyan ats Tsaury -wafat pada tahun 161 H- pernah ditanya tentang ayat ini &#8220;Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.&#8221; Beliau menjawab, &#8220;yakni ilmuNya.&#8221; Hanbal bin Ishaq berkata: Abu Abdillah (Imam Ahmad, pent.) ditanya apa makna &#8220;Dan Dia bersama kamu&#8221;? Beliau menjawab, &#8220;Yakni ilmuNya, ilmuNya meliputi segala hal sedangkan Rabb kita di atas arsy&#8230;&#8221; Imam Nu&#8217;aim bin Hammad -wafat pada tahun 228 H- ditanya tentang firman Allah &#8220;Dan Dia bersama kamu&#8221; beliau berkata, &#8220;Maknanya tidak ada sesuatupun yang luput darinya, dengan ilmunya.&#8221; (lihat Al &#8216;Uluw, Imam adz Dzahabi). Ketika Imam Abu Hanifah mengatakan, &#8220;Allah subhanahu wa ta&#8217;ala di langit tidak di bumi&#8221;, ada yang bertanya, &#8220;Tahukah Anda bahwa Allah berfirman, &#8216;Dia (Allah) bersama kamu&#8217;?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Ungkapan itu seperti kamu menulis surat kepada seseorang &#8220;saya akan selalu bersama kamu&#8221; padahal kamu jauh darinya. (I&#8217;tiqodul a`immah al arba&#8217;ah).<br />
Para pembaca -semoga dirahmati Allah- sudah saatnya kita tanamkan kembali aqidah yang murni warisan Nabi dan para salafus sholih ini di dalam jiwa-jiwa generasi Islam kini dan mendatang. Sungguh keindahan, ketentraman mewarnai anak-anak kita dan para orang tua saat kita tanyai &#8220;Di mana Allah?&#8221; lalu mereka mengarahkan jari telunjuknya ke atas dan berucap, &#8220;Allah di langit.&#8221; Wallahul haadi ila sabilir rosyaad. Wal ilmu indallah.<br />
Ditulis oleh al Ustadz Abu Hamzah al Atsari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansmansa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansmansa.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=6&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/dia-di-atas-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee3ad94103681edbf05305eba2c87422?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik Diri dengan Wasiat Nabi</title>
		<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/mendidik-diri-dengan-wasiat-nabi/</link>
		<comments>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/mendidik-diri-dengan-wasiat-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 18:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansmansa.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi, masing-masing kita mendambakan terciptanya suasana kebahagiaan, kebersamaan, dan ketentraman baik dalam urusan dunia maupun agama bahkan negara. Banyak usaha yang dilakukan tetapi nyatanya tidak menghasilkan apa yang diharapkan, sementara kita meyakini bahwa tidak ada satu kesulitan pun kecuali pasti ada jalan keluarnya. Allah berfirman, &#8220;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&#8221; (QS Asy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=4&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak diragukan lagi, masing-masing kita mendambakan terciptanya suasana kebahagiaan, kebersamaan, dan ketentraman baik dalam urusan dunia maupun agama bahkan negara. Banyak usaha yang dilakukan tetapi nyatanya tidak menghasilkan apa yang diharapkan, sementara kita meyakini bahwa tidak ada satu kesulitan pun kecuali pasti ada jalan keluarnya. Allah berfirman, &#8220;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&#8221; (QS Asy Syarhu / Alam Nasyrah: 6). Allah juga berfirman, &#8220;Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.&#8221; (QS Ath Thalaq: 4). Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Ibnu Abbas, &#8220;Ketahuilah, bahwasanya kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.&#8221; Sudah saatnya untuk kita bercermin kepada segala upaya yang dikerahkan dalam membina kehidupan di keluarga, lingkungan, masyarakat, dan lebih luasnya lagi negara. Sudahkah kita jujur kepada Allah dan KitabNya, kepada Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan Sunnahnya, dalam hal aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah? Dimana hal ini adalah pintu masuk ruang kebahagiaan dan kebersamaan.<span id="more-4"></span><br />
Temen-temen -semoga dirahmati Allah- Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rosul yang terakhir, tidaklah meninggalkan umatnya kecuali telah menerangkan apa yang dibutuhkan mereka dalam membangun kehidupan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, inilah kesempurnaan dien. Allah berfirman, &#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku dan telah kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.&#8221; (QS Al Maaidah: 3). Allah juga berfirman, &#8220;Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu.&#8221; (QS An Nahl: 89). Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah, serta Ad Darimy dari sahabat Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah berkata, &#8220;Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Maka kami bertanya, &#8216;Wahai Rosulullah! Seakan-akan nasehat ini adalah nasehat yang terakhir maka berilah kami wasiat.&#8217; Nabi bersabda, &#8216;Aku wasiatkan padamu agar tetap bertaqwa kepada Allah, serta tetap mendengar perintah dan taat, walaupun yang memerintah kamu itu seorang budak, maka sesungguhnya orang yang masih hidup di antaramu nanti akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atasmu memegang teguh akan Sunnahku dan perjalanan para khulafa ar rosyidin yang diberi petunjuk, peganglah olehmu sunnah-sunnah itu dengan kuat dan jauhilah olehmu bid&#8217;ah, sesungguhnya segala bid&#8217;ah itu sesat.&#8217;&#8221; Sungguh Rosulullah telah memberikan nasehat yang agung dan wasiat yang sempurna ini kepada umat Islam dimana beliau beliau menunjukkan mereka kepada perkara-perkara yang besar, tidak akan tegak urusan dien dan dunia kecuali dengan komitmen terhadapnya dan mengikutinya. Tidak ada jalan keluar dari problematika kehidupan kecuali dengan mengamalkannya dengan seksama di zaman yang dipenuhi dengan tipu daya, dibenarkannya para pendusta dan didustakannya orang-orang yang jujur, serta dipercayanya para pengkhianat dan dikhianatinya orang-orang terpercaya.<br />
Sungguh sangat disesalkan tatkala terlihat mayoritas umat Islam sudah tidak bersandar lagi kepada Al Qur&#8217;an tidak pula kepada Sunnah dalam aqidahnya, di saat semaraknya orang-orang yang berhati setan dan bertubuh manusia serta memuncaknya kebid&#8217;ahan-kebid&#8217;ahan, wallahul musta&#8217;an. Adapun wasiat-wasiat yang disampaikan Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam itu ialah:<br />
Pertama: tidak ada dien kecuali dengan taqwa yaitu taat kepada Allah, melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Taqwa adalah sebab dipermudahnya segala urusan dien dan dunia serta dibukanya berkah dari langit dan bumi. Allah berfirman, &#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.&#8221; (QS Al A&#8217;raaf: 96).<br />
Kedua: tidak akan tegak urusan-urusan umat baik dunia maupun dien kecuali dengan pemimpin yang sholeh, adil, menuntun mereka kepada Kitab dan Sunnah Rosulullah, menerapkan di tengah-tengah mereka syariat Allah, mengatur barisannya dan menyatukan kalimatnya serta mengangkat bagi mereka bendera jihad untuk meninggikan kalimat Allah. Sedangkan atas umat agar menerima dengan penuh taat baik dalam hal yang disukai maupun dibenci, selama pemimpin itu istiqomah di atas perintah Allah dan menjalankan hukum-hukumNya.<br />
Demi merealisir kemaslahatan Islam dan kaum muslimin, menjaga kesatuannya dan melindungi darah-darahnya. Islam mewajibkan taat dalam hal yang ma&#8217;ruf (baik) atas umat terhadap waliyul amri / pemerintah sekalipun mereka bermaksiat, selama kemaksiatannya tidak sampai pada kekafiran.<br />
Ketiga: Wasiat Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mencakup sikap yang harus dilakukan umat dari perselisihan dan terhadap orang yang menyelisihi Al Haq, beliau menunjuk agar berpegang teguh dengan Al Haq dan kembali kepada manhaj yang benar, manhaj Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para khulafa ar rosyidin radhiyallahu &#8216;anhum. Tidaklah Sunnah dan manhaj mereka kecuali Kitabullah -yang tidak pernah didatangi kebatilan dari arah depan maupun belakang- serta Sunnah Rosulullah yang suci. Allah berfirman, &#8220;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.&#8221; (QS At Taubah: 100). Inilah solusi yang benar yang dapat menghentikan perselisihan dengan cara yang diridhoi Allah.<br />
Keempat: Wasiat Rosulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga meliputi peringatan terhadap bid&#8217;ah, sangat sering beliau memperingatkan umatnya dari bahaya dan kerusakan yang ditimbulkannya dengan penjelasan yang gamblang bahwa bid&#8217;ah adalah kesesatan.<br />
Para pembaca -semoga dirahmati Allah- demikianlah kita mesti memulai untuk menyadarkan dan mendidik setiap diri-diri kita agar kembali kepada wasiat Allah dan RosulNya, kembali kepada konsep hidup nabawi, bersungguh-sungguh untuk menegakkan ibadah kepada Allah dan membuktikannya, sehingga akan terciptalah kebaikan dalam diri kita, dalam diri istri-istri kita, dan dalam keluarga kita. Ketahuilah bahwa:<br />
baiknya diri adalah baiknya keluarga<br />
baiknya keluarga adalah baiknya masyarakat<br />
baiknya masyarakat adalah baiknya lingkungan<br />
baiknya lingkungan adalah baiknya negara<br />
baiknya negara adalah baiknya umat<br />
baiknya umat adalah baiknya alam secara keseluruhan bi idznillah.<br />
Wal ilmu indalllah.</p>
<p>Ditulis oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansmansa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansmansa.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=4&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/mendidik-diri-dengan-wasiat-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee3ad94103681edbf05305eba2c87422?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak Harus Memiliki</title>
		<link>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/cinta-tak-harus-memiliki/</link>
		<comments>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/cinta-tak-harus-memiliki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 18:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muslimsolo</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamuda]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/cinta-tak-harus-memiliki/</guid>
		<description><![CDATA[Kesalahmengertian banyak pihak terhadap makna cinta yang sesungguhnya, atau kesalahpamahan banyak orang dalam memaknai cinta, akhirnya menjadi sasaran empuk dunia bisnis entertainment. Cinta, yang selalu diidentikkan dengan geliat nafsu terhadap lawan jenis, akhirnya membentuk habitat bisnis nafsu. Bila cinta identik dengan nafsu, akan amat banyak makanan tidak sehat yang bisa disajikan. Ironisnya, kalau dijajakan secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=3&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesalahmengertian banyak pihak terhadap makna cinta yang sesungguhnya, atau kesalahpamahan banyak orang dalam memaknai cinta, akhirnya menjadi sasaran empuk dunia bisnis entertainment. Cinta, yang selalu diidentikkan dengan geliat nafsu terhadap lawan jenis, akhirnya membentuk habitat bisnis nafsu. Bila cinta identik dengan nafsu, akan amat banyak makanan tidak sehat yang bisa disajikan. Ironisnya, kalau dijajakan secara apik dan menarik, dagangan maksiat itu dijamin laris manis,</p>
<p>Karena cinta adalah milik ambisi dan pasangan nafsu, maka cinta jenis itu mendorong para pemuja cinta untuk mengejar yang dicintai. Segala yang ia cintai, harus menjadi miliknya<span id="more-3"></span>.</p>
<p>Definisi Cinta</p>
<p>Sejenak, mari kita membuai diri dengan makna cinta, menurut pakarnya.</p>
<p>Imam Ibnu Qayyim mengatakan, &#8220;Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasi makna cinta, justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka definisi dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. &#8220;</p>
<p>Suatu kali, beliau menjelaskan, &#8221; Cinta dapat dirumuskan dengan memperhatikan turunan kata cinta, mahabbah, dalam bahasa Arab. Mahabbah berasal dari kata hubb. Ada lima makna untuk akar kata hubb.</p>
<p>Pertama, al-shafâ wa al-bayâdh, putih bersih. Bagian gigi yang putih bersih disebut habab al-asnân.</p>
<p>Kedua, al-‘uluww wa al-zhuhur, tinggi dan kelihatan. Bagian tertinggi dari air hujan yang deras disebut habab al-mâi. Puncak gelas atau cawan disebut habab juga.</p>
<p>Ketiga, al-luzum wa al-tsubut, terus menerus dan konsisten. Unta yang menelungkup dan tidak bangkit-bangkit dikatakan habb al-ba’ir.</p>
<p>Keempat, lubb, inti atau saripati sesuatu. Biji disebut habbah karena itulah benih, asal, dan inti tanaman. Jantung hati, kekasih, orang yang tercinta disebut habbat al-qalb.</p>
<p>Kelima, al-hifzh wal-imsâk, menjaga dan menahan. Wadah untuk menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut hibb al-mâi.&#8221;</p>
<p>Maka, masih menurut Ibnul Qayyim, muncullah berbagai definisi cinta, atas dasar makna dan pengertian-pengertian di atas. Di antara definisi tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p>• Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).</p>
<p>• Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.</p>
<p>• Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.</p>
<p>• Pengembaraan hati karena mencari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.</p>
<p>Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.</p>
<p>Mengejar Cinta</p>
<p>Kejarlah cinta sejati. Namun sadarlah, sesungguhnya yang dikejar bukan zat cinta itu sendiri. Sesungguhnya yang dikejar adalah sesuatu &#8216;yang dicintai&#8217;. Dengan segudang alasan logika, kemanusian, kewajaran, keberadaban, hingga keagamaan, hanya Allah, Yang Menciptakan segalanya, termasuk kamu, yang paling wajib kamu cintai. Haram bagi kamu mencintai apapun, melebihi cintamu kepada-Nya.</p>
<p>Simaklah firman-Nya,</p>
<p>&#8220;Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).&#8221; (Al-Baqarah : 186)</p>
<p>Cinta kepada Allah adalah sumber segala wujud cinta sejati. Sebab, cinta kepada Allah adalah cinta kepada sumber segala cinta, cinta terhadap sumber keabadian cinta, cinta kepada Pencipta dari cinta itu sendiri. Sehingga, cinta yang paling sejati itu, dapat mengangkat bukan saja harkat pencinta-Nya, namun juga derajat amal perbuatan si pecinta itu sendiri.</p>
<p>Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Ash-Sahihain, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,</p>
<p>“Ketika saya dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari masjid, kami bertemu dengan seorang laki-laki di pintu masjid.</p>
<p>Pria itu bertanya, “Wahai Rasulullah! Kapankah terjadinya Hari Kiamat itu?” Rasul r menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?”</p>
<p>Laki-laki itu terdiam, lalu menjawab, “Wahai Rasulullah! Saya tidak mempunyai banyak persiapan baik amal shalat, puasa, maupun sedekah. Tapi saya hanya mencintai Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.”</p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda</p>
<p>“Engkau akan beserta dengan orang yang engkau cintai.”</p>
<p>Dalam riwayat lain, disebutkan perkataan Anas radhiyallahu anhu, “Maka tak ada yang membuat kami sangat bahagia setelah Islam selain dari ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ‘Engkau akan beserta dengan orang yang engkau cintai’.”</p>
<p>Mengejar cinta Allah, berarti mengejar keridhaan-Nya. Bila itu menjadi hasrat utama Anda, berbahagialah dengan segala kemenangan di baliknya.</p>
<p>&#8221; Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik&#8230;.&#8221; (Al-Ankabut : 69)</p>
<p>Cinta dan Memiliki</p>
<p>Kamu boleh mencintai siapa saja, selama itu tak berlawanan dengan konsep cinta kepada Allah. Kamu berhak mencintai orang tua dan saudara-saudara kamu. Kamu juga bebas mencintai siapapun di antara teman-teman kamu. Bahkan, sebagai pria atau wanita, kamu juga punya hak untuk mencintai lawan jenis. Karena dengan cinta itulah, seseorang mengubah status hidupnya dari bukan siapa-siapa terhadap pasangannya, menjadi suami atau isterinya. Menikah tanpa bekal cinta –seperti yang diperintahkan dalam sunnah nazhar&#8211;, niscaya akan kehilangan sebagian dari keindahannya.</p>
<p>Namun, makna cinta selama ini telah dikaburkan oleh ambisi nafsu dan syahwat. Sehingga banyak orang merasa, bahwa ia berhak mencintai apapun, dan karena itu ia berhak memilikinya. Dengan kata lain, segala yang ia cinta, harus menjadi miliknya. Karena miliknya, maka yang dicintai harus tunduk di bawah kemauannya. Konsep ini muncul secara tiba-tiba, bukan sebuah hal yang direncanakan. Karena konsep inilah, beragam kerancuan terjadi. Karena yang muncul adalah hal-hal yang berlawanan dengan fithrah manusia itu sendiri.</p>
<p>1. Banyak suami isteri bercerai, dengan alasan, pasangannya tak mau menuruti apa yang dia inginkan. Karena itu, ia merasa bahwa mereka terlalu berbeda. Karena itu pula, mereka tak layak menjadi pasangan suami isteri yang ideal.</p>
<p>2. Banyak orang tua menganggap anak-anaknya telah bersikap durhaka, karena tak mematuhi perintahnya. Tanpa sadar, bahwa sebagian di antara perintah itu bermuatan dosa dan maksiat, dan terkadang anak-anak tidak mematuhinya karena tak mau terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan.</p>
<p>3. Banyak para muslimah yang mengutuki sikap kedua orang tuanya yang tak mengizinkannya menikah dengan pria yang sangat mereka cintai. Tanpa mereka sadar, bahwa kedua orang tuanya melarangnya menikah dengan pria itu, karena pria itu itu sosok pemuda muslim yang banyak berbuat maksiat, tidak memiliki akhlak yang bagus, dan bahkan terkadang sebagian di antara mereka jelas-jelas non muslim!!!</p>
<p>4. Banyak guru-guru yang marah besar, karena murid-muridnya tumbuh tak sebagaimana yang mereka inginkan.</p>
<p>5. Banyak murid yang membenci dan mengutuki gurunya, karena tak memberinya kebebasan memilih, sesuai hasrat dan keinginannya.</p>
<p>Seringkali itu terjadi, karena mereka menganggap bahwa semua yang mereka cintai harus tunduk di bawah kemauan mereka. Tanpa mereka sadar, bahwa suami dan isteri masing-masing memiliki bukan saja hak, tapi juga kewajiban. Bahwa keserasian bukan berarti kesamaan dalam banyak keinginnan, dalam watak dan kemauan. Mereka tidak sadar, bahwa segala sikap, tindakan dan kemauan seorang hamba, selalu dibatasi oleh kehendak dan aturan Yang MahaKuasa. Cinta sejati bukan mendorong seseorang untuk harus memiliki siapa pun yang ia cintai. Tapi justru mendorongnya untuk memberi yang terbaik kepada siapa pun yang ia cintai. Bukan saja untuk kehidupan fana ini, namun untuk keabadian di alam nanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansmansa.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansmansa.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansmansa.wordpress.com&amp;blog=7551677&amp;post=3&amp;subd=ikhwansmansa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansmansa.wordpress.com/2009/05/19/cinta-tak-harus-memiliki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee3ad94103681edbf05305eba2c87422?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alpalury</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
